Tata Cara Aqiqah dan Hukumnya menurut Islam

Tata Cara Aqiqah dan Hukumnya menurut Islam.

Salah satu sunnah atas lahirnya seorang bayi adalah melaksanakan aqiqah. Secara istilah aqiqah adalah menyembelih hewan domba atau kambing untuk menunjukkan rasa syukur atas kehadiran si kecil.

Waktu yang dianjurkan

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, yang harus disembelih di hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20083, Abu Daud 2840, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Tapi bila tidak memungkinkan dilaksanakan aqiqah di hari ke-7, maka boleh dilakukan di hari ke-14. Bila tidak memungkinkan lagi, bisa di hari ke-21.

Jumlah hewan yang akan disembelih

Tata cara aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan biasanya sama. Yang membedakan yaitu jumlah domba/kambing yang akan disembelih.

Untuk anak laki-laki yaitu 2ekor, sementara untuk anak perempuan hanya 1ekor.

Pendapat ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Ummu Kurz Al Ka’biyyah ia berkata, “Rassulullah Shalallahu Wa’Alaihi Wa sallam memerintahkan agar disembelih kan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor.” (Hadis sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)

Syarat hewan aqiqah

Dalam pelaksanaan aqiqah domba/kambing tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan menurut sesuai syariat Islam. Hewan harus cukup umur, sehat jasmaninya, tidak boleh cacat dalam hal ini misalnya buta, pincang, terlalu kurus, dan hal lainnya.

Menyembelih hewan aqiqah

Sebelum menyembelih kambing untuk aqiqah, disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut:

Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.

Yang artinya: “Dengan nama Allah serta dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW.”

Memasak daging aqiqah

Lumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang-orang. Hal itu diungkapkan dalam kitab Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

Memberi nama bayi dan mencukur rambut saat aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya adalah memberikan nama dan mencukur rambut bayi.

Memberikan nama yang baik akan menjadi cerminan dan doa, sedangkan hukum mencukur rambut saat melaksanakan aqiqah pendapat yang kuat dikalangan ulama adalah Sunnah.

Doa untuk anak

Dianjurkan pula membaca doa bagi anak yang sedang diaqiqahkan seperti berikut ini:

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya : “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *